• Sabtu, 30 September 2023

IPAC Takutkan Potensi Kekerasan Politik Moro Islamic Liberation Front Di Pemilu Daerah Otonom Mindanao 2023

- Jumat, 15 September 2023 | 16:00 WIB
Institute for Policy Analysis of Conflict/IPAC memperkirakan, bahwa ada kesempatan atau potensi kekerasan politik segera terjadi di Filipina Selatan. (Twitter)
Institute for Policy Analysis of Conflict/IPAC memperkirakan, bahwa ada kesempatan atau potensi kekerasan politik segera terjadi di Filipina Selatan. (Twitter)

MANILA, DIO-TV.COM, Jumat, 15 September 2023 - Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) mempublikasi prediksi probabilitas dan potensi kekerasan politik segera terjadi di Filipina Selatan di pesta demokrasi daerah tahun ini.

Potensi kekerasan politik ini diperkirakan muncul pada Pemilu Daerah Otonomi Mindanao 2023, sebab kehadiran BARMM dalam UBJP yang menyebabkan MILF kehilangan kontrol terkait lahan koordinasi.

Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) atau daerah Otonomi Muslim Mindanao diselesaikan lewat UPJB yang didirikan oleh Moro Islamic Liberation Front (MILF).

Taktik pelaksanaan Pemilu Daerah Otonomi Mindanao 2023 akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2023, tetapi ada ketakutan akan berbagai kemungkinan yang memengaruhi keamanan secara negatif, terkhusus di wilayah Mindanao tengah.

“Seiring makin dekatnya pemilihan Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao, BARMM,” kata Sidne Jones, penasehat senior IPAC, Kamis, 14 September 2023.

“Ada sesuatu yang sangat salah jika Anda harus menolak pilihan pemilih demi menjamin keamanan mereka."

“Artinya, mesin politik akan selalu menang,” kata Sydney Jones.

Sistem pemilihan dalam lingkup BARMM akan menerapkan mekanisme voting untuk pemilu yang jauh lebih penting di tahun 2025 nanti.

Hal tersebut berlangsung saat beragam pemilih untuk pertama kali sanggup memutuskan Anggota Parlemen BARMM pada pilihan mereka.

Persoalan itu menuju kepada klan tradisional Mindanao dan Provinsi Kepulauan Sulu, Basilan, dan Tawi-tawi yang semakin memperkokoh diri mereka pada tahun 2025 mendatang.

Moro Islamic Liberation Front diperkirakan akan kehilangan pengendalian terkait zona yang mereka bentuk, melalui metode negosiasi perdamaian panjang yang lelah.

Sidney Jones menanggapi, bahwa terdapat banyak hal yang siap dipertaruhkan pada tahun 2025 daripada pengendalian Moro Islamic Liberation Front.

Kekuasaan sejumlah elit politik sudah berkembang sampai ke titik tertentu, agar dapat menghindari potensi kekerasan politik.

Berdasarkan hal tersebut, bahwa mereka semakin berupaya guna menjamin, jika kandidat yang dipilih dari level lokal tidak memiliki rival berat.***

Halaman:

Editor: Florensius Sawitra Gere Manuwu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X