Potensi Tanaman Kratom Jadi Legal Untuk Komoditi Andalan Kalbar Masih Diupayakan Oleh Gubernur Sutarmidji

- Sabtu, 18 Maret 2023 | 17:30 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akan upayakan kompensasi kepada (BNN) agar kratom tetap bisa diekspor ke luar negeri, demi penduduk Kapuas Hulu yang mayoritas petani kratom.
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akan upayakan kompensasi kepada (BNN) agar kratom tetap bisa diekspor ke luar negeri, demi penduduk Kapuas Hulu yang mayoritas petani kratom.

PONTIANAK, DIO-TV.COM, Sabtu, 18 Maret 2023- Diberbagai kesempatan pertemuan rapat, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji juga menegaskan agar masyarakat Kapuas Hulu khusunya petani kratom supaya mendapatkan perhatian lebih, dengan melegalisasi tanaman kratom yang menjadi komoditi andalan di sana.

Sutarmidji menjelaskan agar tanaman kratom tidak dilarang oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), mengingat tanaman tersebut menjadi pemasok atau komiditi andalan masyarakat Kapuas Hulu dan Kalimantan Barat.

Pemerintah menyebutkan akan meralang penggunaan dan ekspor kratom mulai tahun 2024 mendatang, jangka waktu tersebut dinilai memberikan kesempatan kepada para petani kratom beralih menanam tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang sama dengan tanaman kratom.

Baca Juga: Usaha Yang Baik Dari Gubernur Kalbar Sutarmidji Buat Kompensasi Kepada (BNN) Terhadap Tanaman Kratom

Badan Penelitan dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat, menyebut, populasi pohon kratom milik sebanyak 44.491.304 pohon.

“51 persen wilayahnya adalah wilayah lindung, tak bisa diapa-apakan, insentif pun tak ada (dari pusat). Nah saya bilang, kalau kratom pun harus dilarang, mau apalagi dibuat orang (Kapuas Hulu)? Mana ada orang yang sakau kena kratom” ucap Sutarmidji.

“Nilai produksi kratom Rp198 sampai Rp811 miliar per tahun,” kata Sutarmidji, Gubernur Kalimantan Barat, dalam kunjungan kerja di Putussibau, Minggu, 12 Maret 2023.

Sutarmidji masih berupaya minta kompensasi Badan Narkotika Nasional jika 44.491.304 pohon kratom di dilarang pada tahun 2024 mendatang.

Jumlah pembudidaya kratom mencapai 2 juta pohon di sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat mencapai 18.120 orang, dengan luas tanah 11.224 hektar.

Dikatakan Sutarmidji, tanaman kratom sangat membantu perekonomian masyarakat, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) harus beri kompensasi jika memang dilarang.

Sutarmidji mengatakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat, melakukan riset terhadap respon yang benar-benar mengkonsumsi kratom.

Penelitian menyajikan 152 orang responden, berbanyak berusia 30 hingga 39 tahun, dan 40 hingga 49 tahun.

Baca Juga: Sutarmidji Gubernur Kalbar Upayakan Kompensasi Terhadap Tanaman Kratom Sebelum Tahun 2024, Kepada (BNN)

Responden ymerasakan memperoleh kebugaran dengan konsumsi kratom 26 persen, mengatasi lelah 16 persen, menurunkan tekanan darah tinggi sebesar 12 persen.

Responden menghilangkan pegal linu 11 persen, mengobati luka 7 persen, meredakan nyeri 6 persen.

Halaman:

Editor: Ignasius Febby Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X